SEKILAS INFO
23-10-2020
  • 2 minggu yang lalu / 25 November – 4 Desember 2020 – Penilaian Akhir Semester Ganjil TP 2020/2021
  • 2 minggu yang lalu / Selamat atas terpilihnya ALIF A RAFI sebagai Ketua OSIS Tahun 2020/2021
21
Oct 2020
0
Menemukan Esensi Pendidikan :Hikmah di Balik Krisis

Robi Yuliwasono, SE (SMA Batik 1 Ska)

Selama hampir enam bulan terakhir, kita dihadapkan pada keadaan dan perubahan-perubahan yang mau tidak mau harus kita jalani. Pandemi covid-19 memaksa kita untuk lebih lentur beradaptasi. Berbagai krisis yang ditimbulkannya, baik di bidang kesehatan, ekonomi maupun pendidikan membuat kita perlu memikirkan kembali tentang hal-hal apa sajakah sebetulnya yang paling esensi, paling penting dalam kehidupan.

Krisis kesehatan membukakan kenyataan bahwa yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh dengan melakukan pola hidup sehat. Selalu menjaga kebersihan diri juga lingkungan, olahraga dan istirahat yang cukup serta makan makanan dengan gizi seimbang. Perlu digarisbawahi bahwa semua hal tersebut bisa dilakukan oleh siapa pun dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Olahraga, bisa dijalankan dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, berkebun dan memperbanyak jalan kaki. Demikian pula dengan asupan makanan yang mengandung gizi seimbang. Makanan pokok tidak harus nasi dan protein tidak harus hewani. Sayur mayur dan buah-buahan bisa ditanam di pekarangan. Bahkan untuk keluarga-keluarga yang tinggal di lahan sempit, ada banyak cara atau teknik bercocok tanam yang bisa dilakukan untuk meyiasati keterbatasan lahan.

Krisis ekonomi yang terjadi selama masa pandemi, bila kita renungkan lebih jauh akan membawa kita pada sebuah kesadaran. Bahwa kelenturan atau kemampuan adaptasi saat menghadapi krisis lebih diperlukan dibanding kemampuan menghasilkan uang. Rasa syukur dan sabar atas setiap karunia maupun ujian yang diberikan Tuhan akan membuat seseorang tetap bersemangat untuk bertahan serta berusaha semaksimal dan sekreatif mungkin saat berada di titik terendah sekalipun.

Dalam bidang pendidikan, kita semua baik peserta didik, orang tua maupun guru bersama-sama ‘dipaksa’ untuk secara cepat beradaptasi dengan cara-cara pembelajaran yang berbeda dengan sebelum masa pandemi. Kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah untuk sementara waktu ditiadakan, digantikan dengan pembelajaran jarak jauh. Sepanjang masa tersebut kita disuguhi berbagai kisah inspiratif dan menyentuh terkait upaya guru, orang tua serta murid dalam mengatasi kendala pembelajaran jarak jauh.

Ada guru yang mendatangi rumah peserta didiknya satu per satu karena tak semua siswa yang diampunya mempunyai telepon pintar. Ada pula anak-anak yang harus naik bukit dulu untuk mendapatkan sinyal. Di tempat ada ada keluarga-keluarga yang menyediakan temat dan akses wifi gratis bagi anak-anak tetangganya agar bisa belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolahnya secara daring.

Dorongan rasa tanggung jawab atas kewajiban yang harus diemban seorang guru. Semangat, tekad, dan kerja keras yang ditunjukkan oleh anak-anak yang naik turun bukit setiap hari. Pula rasa kepedulian yang tinggi serta kesediaan untuk berbagi antar sesama warga adalah perwujudan nilai-nilai luhur kehidupan yang menghangatkan hati di tengah badai krisis yang melanda.

Sudah hampir enam bulan pembelajaran jarak jauh berjalan. Evaluasi dan perbaikan-perbaikan terus dilakukan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi kendala-kendala yang ada. Di antaranya yaitu menghadirkan acara Belajar dari Rumah bekerja sama dengan TVRI. Kemudian di tahun ajaran baru 2020/2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan megeluarkan kurikulum darurat yang merupakan penyederhanaan dari kurikulum 2013. Kurikulum darurat tersebut terdiri dari tiga modul yaitu modul untuk anak, orang tua dan guru. Modul tersebut diharapkan dapat membantu memberikan acuan bagi orang tua dalam mendampingi anak-anak belajar dari rumah.

Kebijakan terbaru yang merupakan jawaban dari sebagian keluhan masyarakat terkait pembelajaran jarak jauh berbasis daring adalah subsidi kuota untuk pelajar, mahasiswa, guru dan dosen. Untuk keperluan tersebut, Kemendikbud telah mengalokasikan anggaran sebesar 8,9 Triliun.

Kuota dan ketersediaan gawai pendukung pembelajaran daring memang banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Namun sebetulnya lepas dari itu semua, ada hal penting yang seharusnya kita cermati bersama. Bahwa sejatinya yang terpenting dari tujuan pendidikan adalah menyiapkan generasi yang lentur dan tangguh, yang sanggup menghadapi tantangan zaman. Generasi yang mampu mengenali dan memaksimalkan potensi yang Tuhan berikan. Untuk kemudian menjadikannya manusia-manusia yang bermanfaat bagi semesta, membawa kesejahteraan dan kedamaian untuk sesama.

Pengemban tanggung jawab menemani anak-anak mengenali potensi atau bakat mereka masing-masing juga menanamkan keluhuran karakter yang kuat, tentulah para orang tua. Lingkungan adalah faktor pendukung saja. Di masa pandemi covid-19 ini, di mana anak-anak lebih banyak berada di rumah, sebetulnya adalah saat yang tepat untuk memaksimalkan peran orang tua tersebut.

Ada baiknya kita menyediakan waktu untuk berdiskusi bersama buah hati terkait minat dan bakat mereka. Juga menjadi teladan perilaku dan sikap yang mencerminkan keluhuran budi pekerti. Sebab kejujuran, kepedulian, kemandirian, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, keberanian dan menjunjung tinggi keadilan adalah nilai-nilai yang kelak menjadikan anak-anak kita manusia yang bermartabat dan bermanfaat. Di samping kemampuan dan keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam menyongsong era industri 4.0. Yaitu berpikir kritis, percaya diri, kreatif, inovatif, mempunyai kemampuan bekerja sama serta terampil dalam mengungkapkan pendapat dan berbicara di muka umum.

Semuanya itu bisa dilatihkan dengan pembiasaan-pembiasaan, pengalaman-pengalaman serta dicontohkan melalui sikap dan perilaku. Di mana saja dan kapan saja.  Oleh siapa lagi kalau bukan oleh orang-orang terdekat anak-anak kita. Semoga pandemi ini segera berakhir. Semoga kita semua mampu mengambil hikmah sebanyak-banyaknya dari berbagai peristiwa yang ada.

Data Sekolah

SMA BATIK 1 SURAKARTA

NPSN : 20327935

JL. SLAMET RIYADI 445 SURAKARTA
KEC. LAWEYAN
KAB. KOTA SURAKARTA
PROV. JAWA TENGAH
KODE POS 57146