
SURAKARTA — Carier Shadow atau inovasi pengenalan profesi masih dalam suasana pembelajaran di SMA Batik 1 Surakarta pada 6–7 Oktober 2026. Dalam rangka memperingati Milad ke-69, sekolah menghadirkan program inovatif bertajuk “Special Teacher”, sebuah kegiatan Orang Tua dan Alumni Mengajar yang menghadirkan orang tua/wali murid serta alumni dari berbagai latar belakang profesi untuk berbagi pengalaman, wawasan karier, dan motivasi secara langsung kepada siswa.
Kegiatan ini menghadirkan para “guru sehari” dari beragam bidang. Mulai dari wirausahawan, dosen, akademisi, psikolog klinis, aparat hukum, praktisi industri kreatif, hingga anggota legislatif turut masuk ke ruang kelas dan berbagi pengalaman nyata dari dunia profesi yang mereka geluti.
Kepala SMA Batik 1 Surakarta, Nasrudin, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi sekolah dengan orang tua dan alumni dalam memperluas wawasan siswa tentang kehidupan dan masa depan.
Menurutnya, kehadiran orang tua dan alumni di ruang kelas memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa dapat memperoleh gambaran dunia nyata secara langsung dari orang-orang yang menjalaninya.
“Anak-anak tidak hanya belajar dari buku dan guru, tetapi juga mendapatkan perspektif langsung dari pengalaman orang tua dan alumni. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk mempersiapkan langkah menuju masa depan,” ujarnya.
Suryono, S.S., M.Si. selaku Wakil Kepala bidang Humas menyampaikan suasana pembelajaran pun berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari tantangan dalam menjalani sebuah profesi, proses mencapai cita-cita, dinamika dunia kerja, hingga peluang kewirausahaan dan perkembangan profesi di era modern.
Program tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa.
Desy Bulkaini, seorang psikolog klinis, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena siswa dapat melihat keterkaitan antara apa yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, termasuk mengenali berbagai pilihan profesi dan memahami karakteristik dunia kerja.
Apresiasi serupa disampaikan Sri Rejeki, S.Ak., anggota DPRD. Menurutnya, kegiatan orang tua mengajar memiliki nilai penting dalam membantu siswa mengenali dunia profesi sejak dini.
Ia melihat kegiatan tersebut sebagai bentuk career shadow, ketika siswa mendapatkan kesempatan mengikuti dan mengenal beragam profesi melalui pengalaman serta cerita langsung dari para pelakunya.
“Dalam satu hari, anak-anak bisa mengenal berbagai jenis profesi. Mereka mendapatkan gambaran bahwa setiap profesi memiliki karakter, tantangan, kompetensi, dan proses yang berbeda,” ungkapnya.
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan informasi mengenai pekerjaan, tetapi juga dapat mulai melakukan refleksi terhadap minat, potensi, dan pilihan masa depan mereka. Kehadiran orang tua dari berbagai bidang sekaligus memperlihatkan bahwa dunia karier memiliki ruang yang sangat luas untuk dijelajahi.
Salah satu perwakilan orang tua siswa mengaku bangga dapat berpartisipasi langsung dalam rangkaian Milad ke-69 SMA Batik 1 Surakarta melalui kegiatan tersebut. Selain dapat berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kedekatan antara orang tua, anak, dan sekolah.
Program Special Teacher menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati 69 tahun kiprah SMA Batik Surakarta di dunia pendidikan. Selain orang tua dan alumni mengajar, Milad tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya bakti sosial, donor darah, pentas seni, perlombaan siswa, perlombaan guru dan tenaga kependidikan, serta jalan sehat.
Melalui kegiatan tersebut, SMA Batik 1 Surakarta menunjukkan bahwa pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di balik meja dan melalui buku teks. Ruang kelas dapat menjadi pintu untuk mengenal dunia nyata, sementara pengalaman orang tua dan alumni dapat menjadi jendela bagi siswa untuk melihat berbagai kemungkinan masa depan.
Momentum Milad ke-69 sekaligus menjadi pengingat bagi SMA Batik 1 Surakarta untuk terus memperkuat kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang beriman dan bertakwa, disiplin, berprestasi, serta adaptif menghadapi tantangan zaman dengan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya.









