

SURAKARTA – SMA Batik 1 Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pendidikan berwawasan global bagi peserta didik. Salah satunya diwujudkan melalui program Student Exchange bertajuk BRIDGE 2026 (Bridging Regional Integration through Diversity, Growth and Empowerment) yang dilaksanakan bersama Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Malaysia, pada 31 Oktober hingga 5 November 2026.
Selama enam hari, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan pendidikan tinggi di Malaysia, berinteraksi dengan masyarakat setempat, serta mempelajari keberagaman budaya dan kehidupan sosial di negara tetangga. Kehadiran rombongan SMA Batik 1 Surakarta di UTeM disambut langsung oleh Professor Madya Datuk Dr. Sabri bin Mohamad Sharif selaku Timbalan Naib Canselor (Hal Ehwal Pelajar dan Alumni) UTeM.
Rangkaian kegiatan BRIDGE 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang beragam. Para siswa mengikuti Program Khidmat Masyarakat (Community Service Responsibility/CSR) sekaligus pertukaran budaya di Perguruan Tinggi Melaka. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi antarpelajar untuk saling mengenal kebiasaan, tradisi, serta kehidupan pendidikan di kedua negara.
Peserta juga berkesempatan mengunjungi Tapak Pesta Konvokesyen UTeM untuk mengenal lebih dekat atmosfer kehidupan kampus dan lingkungan perguruan tinggi di Malaysia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas gambaran siswa mengenai dunia perkuliahan dan pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, peserta diajak mengenal sejarah dan kehidupan masyarakat Malaysia melalui kunjungan ke sejumlah destinasi di Melaka. Mereka mengunjungi kawasan bersejarah Bandar Hilir serta menikmati suasana malam di Pahlawan Walk dan Jonker Walk.
Pengalaman berbeda juga diperoleh melalui kegiatan camping di Menang Extreme Park, Negeri Sembilan. Di lokasi ini, siswa mengikuti berbagai aktivitas luar ruang, seperti kayak, panahan (archery), ATV adventure, serta kegiatan kebersamaan melalui BBQ dan api unggun. Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk melatih keberanian, kemandirian, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi.
Perjalanan berlanjut ke Kuala Lumpur dengan mengunjungi berbagai tempat yang memiliki nilai edukasi, budaya, sejarah, dan sosial. Destinasi yang dikunjungi meliputi Taman Tasik Titiwangsa, National Art Gallery, Muzium Bank Negara, Pasar Seni, Dataran Merdeka, Kampung Baru, Basaria Wangsa Maju, Saloma Bridge, Pavilion Bukit Bintang, hingga kawasan ikonik KLCC. Melalui kunjungan tersebut, siswa memperoleh gambaran lebih luas tentang perkembangan perkotaan, kebudayaan, serta kehidupan masyarakat Malaysia.
Salah satu peserta, Syafina Aszahira Putri dari kelas X-2, mengungkapkan bahwa program ini memberikan pengalaman baru yang sangat berkesan, terutama kesempatan merasakan suasana menjadi mahasiswa dua hari di Malaysia.
Menurutnya, perbedaan budaya dan kebiasaan justru menjadi kesempatan untuk belajar beradaptasi sekaligus bertukar pengalaman. Ia juga mendapatkan pemahaman bahwa kesempatan belajar tidak terbatas pada ruang kelas maupun lingkungan sekolah.
“Pengalaman ini membuat saya bisa merasakan suasana menjadi mahasiswa sehari di Malaysia. Dengan perbedaan budaya, kami belajar beradaptasi dan saling bertukar budaya. Saya juga belajar berpikir lebih global karena ternyata kesempatan untuk belajar itu sangat luas,” ungkap Syafina.
Guru pendamping, Putri Safitri, S.Pd. menyampaikan bahwa antusiasme peserta selama mengikuti program sangat tinggi. Para siswa mampu menyesuaikan diri dengan baik meskipun berada di lingkungan yang memiliki kebiasaan dan budaya belajar berbeda. Menurutnya, pengalaman berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan lingkungan pendidikan di negara lain menjadi pembelajaran penting yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di kelas.
Sebelum keberangkatan, Kepala SMA Batik 1 Surakarta, Nasrudin, S.Si., M.Pd., memberikan pembekalan kepada para peserta. Pembekalan tersebut menjadi bagian penting untuk mempersiapkan siswa agar mampu menjaga sikap, menunjukkan karakter positif, serta menjadi representasi sekolah selama berada di luar negeri. Kegiatan pembekalan turut didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Suryono, S.S., M.Si.
Melalui BRIDGE 2026, SMA Batik 1 Surakarta berharap peserta didik semakin terbuka terhadap keberagaman, memiliki kepercayaan diri untuk berinteraksi di lingkungan internasional, serta mampu mengembangkan pola pikir global. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pengalaman nyata, pengembangan karakter, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Kepala SMA Batik 1 Surakarta, Nasrudin, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa program BRIDGE 2026 merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperluas pengalaman belajar peserta didik melalui interaksi langsung dengan lingkungan internasional. Sebelum keberangkatan, pihak sekolah telah memberikan pembekalan agar para siswa siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mampu menjaga nama baik sekolah, serta menunjukkan karakter dan sikap positif selama berada di Malaysia.
Menurutnya, pengalaman belajar lintas negara menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk membangun kepercayaan diri, mengenal keberagaman, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan yang semakin global.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Suryono, S.S., M.Si., menjelaskan bahwa BRIDGE 2026 tidak hanya berorientasi pada kunjungan ke sejumlah destinasi di Malaysia, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan pengalaman pendidikan, mengenal budaya, dan membangun interaksi dengan masyarakat di negara lain.
Melalui program ini, sekolah berharap terjalin hubungan dan kerja sama pendidikan yang semakin baik dengan UTeM serta terbuka peluang pengembangan program internasional lainnya. Ia juga berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat dibagikan kepada teman-teman di sekolah sehingga manfaat program tidak berhenti pada siswa yang mengikuti kegiatan, tetapi turut menginspirasi warga sekolah lainnya.
















