
Surakarta, 8 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidik dan memperkuat budaya belajar sepanjang hayat, SMA Batik 1 Surakarta menyelenggarakan serangkaian workshop pengembangan kompetensi guru yang berlangsung pada tanggal 3, 4, 5, dan 8 Juni 2026 di Aula SMA Batik 1 Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan serta kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Workshop mengangkat beberapa tema strategis, yaitu Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Penguatan Program Kokurikuler, Penerapan Disiplin Positif di Lingkungan Sekolah, dan Penyusunan Materi Pembelajaran Integratif. Kepala SMA Batik 1 Surakarta, Nasrudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata investasi sekolah dalam pengembangan profesional guru.
“Guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Melalui workshop ini, kami berharap seluruh guru semakin siap menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik, serta mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang,” ujar Nasrudin.
Selama empat hari pelaksanaan, para guru mengikuti berbagai sesi diskusi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, refleksi bersama, serta berbagi praktik baik yang dapat diterapkan di kelas maupun dalam kegiatan sekolah. Materi pembelajaran mendalam difokuskan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan reflektif peserta didik.
Sementara itu, penguatan kokurikuler diarahkan untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi siswa secara lebih holistik. Pada sesi disiplin positif, peserta diajak memahami pendekatan pembinaan yang menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa tanpa mengedepankan hukuman.
Adapun workshop penyusunan materi integratif memberikan ruang bagi guru untuk merancang pembelajaran yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu sehingga lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Roby Dwi Hidayat, menjelaskan bahwa rangkaian workshop ini menjadi langkah strategis dalam menyambut berbagai transformasi pendidikan.
“Penguatan kompetensi guru merupakan kunci keberhasilan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap guru memiliki pemahaman yang utuh tentang pembelajaran mendalam, pengembangan kokurikuler, disiplin positif, dan penyusunan materi yang integratif sehingga dapat diimplementasikan secara optimal di sekolah,” ungkapnya.
Dengan semangat “Belajar Sepanjang Hayat”, seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berkolaborasi. Diharapkan hasil dari workshop ini dapat memperkuat kualitas pembelajaran di SMA Batik 1 Surakarta serta mendukung terwujudnya peserta didik yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen SMA Batik 1 Surakarta untuk terus menjadi sekolah yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan.





