
SURAKARTA– Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027,menyambut murid baru melalui rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung dinamis, edukatif, dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi murid untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, keberanian, dan rasa kekeluargaan.
MPLS tidak hanya diisi dengan pembinaan di dalam kelas. Para murid baru juga diajak mengikuti berbagai aktivitas di luar kelas yang menuntut kekompakan, kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama. Suasana kebersamaan terlihat ketika murid-murid berinteraksi dalam kelompok, mengikuti permainan dan aktivitas bersama, hingga menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan selama kegiatan.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang diberikan langsung oleh personel Korem. Melalui latihan tersebut, murid baru belajar tentang kedisiplinan, ketepatan mengikuti instruksi, kekompakan, serta pentingnya bekerja sebagai satu tim. Latihan PBB juga menjadi sarana membentuk sikap tangguh dan bertanggung jawab sejak awal mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMA Batik 1 Surakarta.




Tak kalah penting, murid baru mendapatkan pembekalan dari jajaran Polresta Surakarta. Materi yang diberikan berkaitan dengan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, antara lain keselamatan dan tertib berlalu lintas, bahaya NAPZA, serta edukasi mengenai dampak negatif judi online. Pembekalan tersebut diharapkan membuat murid semakin memahami pentingnya menjaga diri, mengambil keputusan secara bijak, dan menjadi generasi muda yang bertanggung jawab.
Menariknya, proses pengenalan lingkungan sekolah juga dilakukan melalui kegiatan sederhana tetapi bermakna. Di sela-sela rangkaian MPLS, murid baru mendapatkan tugas berkenalan langsung dengan Bapak dan Ibu Guru serta kakak kelas yang berada di kantor. Mereka tidak hanya diminta mengetahui nama, tetapi juga belajar membuka komunikasi, menyapa dengan sopan, dan membangun keberanian untuk berinteraksi dengan warga sekolah.
Aktivitas tersebut menjadi cara SMA Batik 1 Surakarta membangun kedekatan sejak hari pertama. Sekolah tidak ingin murid baru hanya mengenal ruang kelas dan fasilitas, tetapi juga mengenal orang-orang yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di SMA Batik 1 Surakarta.
Rangkaian MPLS kemudian ditutup dengan kegiatan Awalusanah yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Acara tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Ibu Wali Kota Surakarta, Ibu Astrid, yang turut memberikan dukungan dan semangat bagi para murid baru dalam memulai perjalanan pendidikan mereka.
Kehadiran Ibu Wali Kota menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang capaian akademik, tetapi juga tentang karakter, kedisiplinan, kepedulian, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menjadi generasi penerus Kota Surakarta.
Melalui MPLS 2026/2027, SMA Batik 1 Surakarta ingin menanamkan pesan bahwa menjadi bagian dari sekolah bukan sekadar memakai seragam dan mengikuti pembelajaran. Lebih dari itu, murid diajak untuk berani mengenal, berani berkomunikasi, berani bekerja sama, dan berani bertumbuh.
Dari ruang kelas hingga lapangan, dari latihan PBB hingga pembekalan bersama aparat, dari berkenalan dengan guru hingga membangun kekompakan bersama teman-teman baru, MPLS menjadi pintu pertama perjalanan murid baru SMA Batik 1 Surakarta menuju pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.


