
Surakarta – SMA Batik 1 Surakarta melaksanakan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) pada 21–29 September 2026. Kegiatan penilaian yang dilaksanakan secara paper and pencil tersebut berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif.
PSTS menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian kompetensi peserta didik selama paruh awal semester. Melalui penilaian ini, sekolah tidak hanya memperoleh gambaran capaian belajar siswa, tetapi juga dapat melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung.
Kepala SMA Batik 1 Surakarta, Nasrudin, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan penilaian harus menjadi bagian dari budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Menurutnya, hasil penilaian tidak semata-mata digunakan untuk menentukan capaian nilai siswa, tetapi juga menjadi bahan refleksi bagi sekolah dan guru untuk melihat efektivitas pembelajaran.
“Penilaian merupakan bagian dari proses pendidikan. Yang terpenting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Wakasek Kurikulum SMA Batik 1 Surakarta, Roby Dwi Hidayat, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan PSTS telah dipersiapkan agar berjalan tertib sesuai jadwal. Sistem paper and pencil juga dilaksanakan dengan pengaturan ruang, jadwal, serta pengawasan yang mendukung terciptanya suasana penilaian yang kondusif.
“Alhamdulillah, pelaksanaan PSTS dari 21 sampai 29 September berjalan lancar. Kami berharap hasil penilaian dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai capaian peserta didik sekaligus menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut pembelajaran,” jelasnya.
Selain mengukur penguasaan materi, pelaksanaan PSTS juga menjadi momentum bagi peserta didik untuk membangun sikap disiplin, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan proses akademiknya.
Dengan berakhirnya PSTS, SMA Batik 1 Surakarta selanjutnya dapat memanfaatkan hasil penilaian sebagai pijakan untuk memberikan tindak lanjut sesuai kebutuhan peserta didik, baik melalui penguatan materi, pendampingan, maupun pengayaan. Dengan demikian, penilaian tidak berhenti pada angka, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan.


