SEKILAS INFO
03-10-2026
  • 1 minggu yang lalu / SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 resmi DIBUKA. Segera daftar di SMA Batik 1 Surakarta sebelum kuota terpenuhi!
  • 1 bulan yang lalu / Ikuti keseruan aktivitas, profil ekstrakurikuler, dan dokumentasi outing class siswa melalui Instagram resmi di @smabatik1surakarta. Tonton kreasi video menarik kami melalui TikTok @smabatik1 dan YouTube resmi SMA Batik 1 Surakarta.
  • 1 bulan yang lalu / Bangga! SMA Batik 1 Surakarta sukses meraih penghargaan “International Education Leadership” pada ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards.
3
Oct 2026
0
Temu Sastrawan SMA Batik 1 Ska, Belajar Menulis Langsung dari Para Ahlinya

SURAKARTA – Aula SMA Batik 1 Surakarta pada Jumat (18/9/2026) berubah menjadi ruang perjumpaan sastra. Sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, siswa mengikuti Temu Sastrawan, sebuah kegiatan yang menghadirkan langsung para pelaku dunia sastra dan teater untuk berbagi pengalaman serta proses kreatif kepada generasi muda.Tiga tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Idam Ardi N.C., penulis puisi dan naskah lakon; Yuditeha, cerpenis; serta Hanindawan, budayawan sekaligus tokoh teater.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar sastra secara langsung dari orang-orang yang sehari-hari bergelut dengan proses penciptaan karya. Sastra tidak hanya dipelajari sebagai teori di ruang kelas, tetapi dihadirkan melalui pengalaman, proses kreatif, dan cerita perjalanan para penulisnya.Kepala SMA Batik 1 Surakarta, Nasrudin, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa menghadirkan langsung para penulis merupakan kesempatan berharga bagi siswa.

“Ini kesempatan terbaik bagi anak-anak untuk langsung mendatangkan penulisnya dan belajar bareng. Mereka bisa bertanya, mendengar pengalaman, sekaligus memahami bagaimana sebuah karya sastra lahir dari proses kreatif,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing sastrawan membawa perspektif yang berbeda. Idam Ardi N.C. mengajak siswa menyelami dunia kepenulisan puisi. Materi tentang puisi disampaikan dengan penuh energi, mengajak siswa melihat bahwa puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan cara menyuarakan gagasan, pengalaman, dan kegelisahan dengan kekuatan bahasa.Sementara itu, Yuditeha mengajak siswa mengkaji dunia cerpen. Siswa diperkenalkan pada bagaimana sebuah cerita dibangun sehingga mampu menghadirkan pengalaman dan makna bagi pembacanya.

Adapun Hanindawan membawa siswa lebih jauh ke wilayah proses kreatif. Ia berbicara tentang bagaimana seorang kreator menemukan dan mengolah ide cerita, melakukan perenungan, hingga mengembangkan gagasan menjadi sebuah karya. Perspektif dunia teater dan kebudayaan yang dibawanya memperlihatkan kepada siswa bahwa penciptaan karya membutuhkan kepekaan dalam membaca kehidupan.

Wakasek Sarpras sekaligus Guru Bahasa Jawa SMA Batik 1 Surakarta, Suryono, S.S., M.Si., menilai kegiatan Temu Sastrawan sebagai kegiatan yang sangat luar biasa.

“Kegiatan Temu Sastrawan ini sangat luar biasa. Anak-anak dibimbing belajar menulis langsung dari para ahlinya. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa melihat dan mendengar langsung pengalaman para penulis dalam menghasilkan karya,” tuturnya.

Menurutnya, pengalaman belajar bersama sastrawan memberikan warna berbeda dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Siswa mendapatkan kesempatan untuk memahami bahwa kemampuan menulis dibangun melalui proses membaca, mengamati, merenung, mencoba, dan terus berlatih.

Temu Sastrawan sekaligus menjadi bagian dari upaya SMA Batik 1 Ska dalam menghidupkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Kehadiran para sastrawan membuka ruang bagi siswa untuk melihat sastra dari jarak yang lebih dekat—bukan sekadar sebagai materi pelajaran, tetapi sebagai dunia kreatif yang dapat menjadi medium untuk membaca kehidupan.

Selama tiga jam, aula sekolah menjadi ruang bertemunya pengalaman para sastrawan dengan imajinasi para siswa. Dari puisi, cerpen, hingga proses penciptaan cerita, siswa diajak memahami satu hal penting: karya yang kuat lahir dari keberanian mengamati, kedalaman merenung, dan ketekunan mengolah kata.Temu Sastrawan di SMA Batik 1 Ska pun tidak berhenti sebagai sebuah agenda literasi. Ia menjadi momentum ketika siswa belajar langsung dari para penghidup kata—dan menemukan bahwa sastra selalu berawal dari keberanian untuk melihat kehidupan dengan cara yang lebih peka.

Data Sekolah

SMA BATIK 1 SURAKARTA

NPSN : 20327935

JL. SLAMET RIYADI 445 SURAKARTA
KEC. LAWEYAN
KAB. KOTA SURAKARTA
PROV. JAWA TENGAH
KODE POS 57146