SEKILAS INFO
23-06-2026
  • 3 bulan yang lalu / SPMB 2026/2027 sudah dibuka. Kuota peserta didik hampir penuh. Silakan segera mendaftar sebelum kuota penuh dan SPMB ditutup!
11
May 2026
0
(Puisi Siswa) Riwayat Menjadi Manusia, Hari Pendidikan, & Sang Penyala Obor

Riwayat Menjadi Manusia

karya: Rameyzo Elya Nurfahani (XI-7)

Bukan kelas yang membatasi langkah,

melainkan cara kita memaknai arah.

Sebab ilmu tak lahir dari paksa,

tapi dari jiwa yang ingin merdeka.

Di depan, cahaya ditunjukkan,

di tengah, api dinyalakan,

di belakang, doa dilantunkan,

agar tumbuh tanpa kehilangan tujuan.

Pendidikan bukan sekedar tahu,

melainkan menjadi sesuatu.

yang utuh, yang sadar yang hidup,

di tengah dunia yang terus berubah.

Dan guru bukan penguasa kata,

ia penjaga pintu semesta,

membuka lalu membiarkan kita

menemukan arti menjadi manusia.

Epik, Sang Penyala Obor

Karya: Fabian Khalif Alraffy

Di bawah langit Hindia,

berselimut kabut kolonial.

Putra, menanggalkan suratnya..

untuk membalur luka bangsa.

“Ing Ngarsa Sung Tulada”

Di awal, sang putra menjadi obor

Menolak diam, dibalik tembok kepatuhan

Hingga fajar bergerak,

pergerakan mulai menyingsing

Sang Putra, Berdiri di garis depan

membawa pena tajam, yang mampu menggerakkan penjajah.”

Ing Madya Mangun Karsa”

Di tengah, sang putra yang membakar semangat

Di antara hiruk pikuk perjuangan

dan pengasingan di negeri seberang.

Ia Kembali ke tengah-tengah rakyat.

Menanggalkan ningratnya

Duduk bersila, Bersama anak-anak bangsa yang haus akan ilmu

Menyalakan api kemauan, milik anak bangsayang sempat layu oleh penindasan.

“Setiap jiwa, memiliki hak untuk merdeka,” bisiknya

“Tut Wuri Handayani”

Di akhir, sang putra menjaga apinya agar tidak padam

Ada masa, dimana sang putra memilih berdiri di belakang.

Dari jauh, dengan senyum tulus.

Menatap anak-anak yang menyalakan obor mereka.

Kobaran api yang membara dengan hebatnya, lebih dari sang putra.

Kini, Ia takjub akan kobaran api yang membara, dengan hebat.

Hari Pendidikan

Karya : Arief Syaifulloh (XI-11)

Pagi datang dengan kapur di ujung jemari,

dan papan tulis yang menyimpan ribuan mimpi.

Di bangku kayu yang kadang berderit pelan,

lahir cita-cita yang belum sempat disebutkan.

Guru berdiri seperti pelita di musim hujan,

menyalakan arah di kepala yang masih berkabut.

Bukan hanya angka, bukan sekadar rumus,

tetapi cara menjadi manusia yang utuh.

Pendidikan bukan gedung yang menjulang tinggi,

melainkan keberanian untuk terus belajar berdiri.

Ia hidup di buku yang kusam,

di doa ibu, di lelah ayah yang diam.

Kami adalah anak-anak dari harapan panjang,

merajut masa depan dengan ilmu yang datang.

Sebab bangsa tidak tumbuh dari tepuk tangan semata,

tetapi dari pikiran yang berani dan hati yang menyala.

Di Hari Pendidikan inikami belajar bahwa masa depan bukan hadiah

Ia Adalah jalan Panjang

yang dibangun dengan pengetahuandan percaya

Data Sekolah

SMA BATIK 1 SURAKARTA

NPSN : 20327935

JL. SLAMET RIYADI 445 SURAKARTA
KEC. LAWEYAN
KAB. KOTA SURAKARTA
PROV. JAWA TENGAH
KODE POS 57146