
Surakarta — Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Batik 1 Surakarta berlangsung aktif dan kreatif melalui praktik apresiasi karya sastra (05/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk uji kinerja yang melibatkan penampilan pembacaan puisi dan monolog oleh siswa.
Sebelum praktik dilakukan, guru dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM) terlebih dahulu memberikan pembekalan materi kepada siswa terkait teknik vokal, teknik blocking, serta cara penghayatan agar penampilan dapat tersampaikan dengan maksimal. Pembekalan tersebut bertujuan untuk membantu siswa memahami tidak hanya teks sastra, tetapi juga cara menyampaikannya secara ekspresif dan bermakna.
Dalam pelaksanaannya, siswa menunjukkan kemampuan yang beragam. Beberapa siswa tampil membacakan puisi dengan penghayatan mendalam, sementara yang lain menampilkan monolog yang menuntut kemampuan olah rasa dan penguasaan panggung. Puisi Melihat Indonesia karya Soekarno, Puisi Tanah Air Mata karya Sutarji Colzoum Bachri, Puisi Taufiq Ismail, Puisi-puisi W.S. Rendra bergema di dalam kelas siang itu (05/02).
Renato, siswa kelas XII-1, menyampaikan bahwa uji kinerja Praktik keterampilan mata pelajaran Bahasa Indonesia ini bukanlah hal yang mudah. “Uji kinerja ini penuh tantangan, baik dari segi kepercayaan diri, segi vokal, dan olah rasa tentunya untuk mencapai penghayatan,” ujarnya.
Sementara itu, Sidiq Aji Pamungkas selaku pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia menekankan pentingnya kegiatan tersebut bagi perkembangan siswa. Ia menyampaikan bahwa kemampuan tampil di depan umum merupakan bekal penting bagi siswa di masa depan.
“Melalui praktik seperti ini, siswa dilatih untuk lebih percaya diri dan berani mengekspresikan diri,” tuturnya.
Uji Praktik keterampulan yang dilaksanakan pada Kamis, 05 Februari 2026 ini menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek kognitif semata, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan sikap afektif siswa melalui proses pembelajaran yang aplikatif dan bermakna.




