

Surakarta, 31 Oktober 2025—Aula SMA Batik 1 Surakarta penuh dengan sorai-sorai dari para suporter finaslis Grand Final Putra Putri Batik 2025. Kegiatan tahunan pada bulan Oktober/November yang selalu dinantikan ini kembali menampilkan bakat talenta muda, kepribadian santun, serta kecintaan terhadap budaya batik yang menjadi identitas sekolah.
Para finalis tampil memukau dalam berbagai sesi penilaian. Mulai dari busana batik, unjuk bakat, hingga sesi tanya jawab yang menampilkan kecerdasan dan wawasan mereka di hadapan para juri. Juri Grand Final Putra Putri Batik 2025 antara lain Bimo Fauzan Bagaskara (Duta Bahasa III DIY), Zunnur (Putra Solo Favorit), dan Nabila (Putri Lawu III). Ketiga juri tersebut juga alumni SMA Batik 1 Surakarta dan luaran dari Putra-Putri Batik.

Tepuk tangan riuh mengiringi momen puncak ketika dewan juri mengumumkan Nandito sebagai Putra Batik 1 2025 dan Maraya sebagai Putri Batik 1 2025. Keduanya berhasil memikat juri dan penonton lewat pesona, kepemimpinan, dan pengetahuan budaya yang mereka tunjukkan sepanjang kompetisi.
Tak hanya penobatan, acara juga dimeriahkan oleh penampilan Evolty Dance Smabasa, yang berhasil membakar semangat penonton dengan koreografi modern yang berpadu unsur tradisional.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Batik 1 Surakarta, Nasrudin, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap seluruh peserta serta panitia. “Putra Putri Batik bukan hanya ajang mencari yang terbaik, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa serta membangun karakter generasi muda yang berbudaya dan berprestasi.”

Acara berlangsung meriah hingga akhir, diwarnai sorak gembira para pendukung dan sesi foto bersama para finalis. Momen ini menjadi bukti untuk siswa SMA Batik 1 Surakarta tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan siap menjadi duta kebanggaan sekolah.


