

Surakarta, 02 November 2025 — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Teater Prada SMA Batik 1 Surakarta. Dalam ajang Lomba Teater Pelajar Tingkat Jawa Tengah 2025 yang diselenggarakan di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, 30 Oktober hingga 02 November 2025, Teater Prada berhasil menjadi Penyaji Terbaik I, sekaligus menyabet sejumlah penghargaan bergengsi lainnya.
Selain gelar utama, Teater Prada juga meraih Musik Terbaik, Sutradara Terbaik, serta dua nominasi yaitu Artistik Terbaik dan Aktris Terbaik. Deretan penghargaan ini menjadikan SMA Batik 1 Surakarta tampil sebagai salah satu tim teater paling berprestasi dalam kompetisi tersebut.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat berkesenian di kalangan pelajar masih sangat hidup. Teater Prada tidak hanya mengharumkan nama SMA Batik 1 Surakarta, tetapi juga menunjukkan bahwa seni teater pelajar mampu bersaing di tingkat provinsi dengan kualitas karya yang mendalam dan profesional.
“Kemenangan ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan baru kami dalam memperjuangkan teater pelajar.” Sambut Idham Nur Cahyo dengan senyum penuh semangat melihat anak didiknya mendapatkan penghargaan tingkat Jawa Tengah.
Mengusung tema lomba “Dongeng dan Legenda Indonesia”, Teater Prada menghadirkan naskah garapan orisinal yang memadukan kekuatan tradisi dan interpretasi modern. Di bawah arahan sutradara muda berbakat Idham Nur Cahyo, Dramawan yang tinggal di Solo, pertunjukan Teater Prada berhasil memukau dewan juri dan penonton dengan eksplorasi musik, gestur, dan simbol panggung yang kuat.
“Kami ingin menghadirkan legenda bukan sekadar cerita lama, tapi sebagai refleksi nilai-nilai kemanusiaan hari ini. Kemenangan ini untuk seluruh anggota yang bekerja dengan hati.” Ujar Idham Nur Cahyo seusai menerima penghargaan.

Kemenangan Teater Prada tidak datang secara instan. Di bawah pembinaan Suryono, S.S., M.Si., selaku pembina ekstrakurikuler teater sekolah, kelompok ini telah rutin berlatih, memproduksi karya, dan tampil di berbagai ajang seni.
“Kami selalu menanamkan pada anak-anak bahwa teater bukan sekadar pertunjukan, melainkan wadah pembelajaran karakter, kerja sama, dan kreativitas.” Pungkas Suryono bangga.


