
Surakarta, 28 November 2025 — Upaya memperkuat kualitas pendidikan terus dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Batik (YPB) Surakarta. Pada Jumat, 28 November 2025 pukul 13.00 WIB, enam sekolah di bawah naungan YPB—SMP Batik, SMP Batik Program Khusus, SMA Batik 1 Surakarta, SMA Batik 2, SMK Batik 1, dan SMK Batik 2—menggelar pertemuan strategis untuk membangun sinergi lintas satuan pendidikan.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif ini membahas berbagai langkah kolaboratif untuk meningkatkan kualitas akademik, mutu pelayanan, serta penguatan karakter peserta didik. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan standardisasi mutu antarunit pendidikan sehingga setiap sekolah dapat bergerak dengan visi yang searah dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Ketua Pembina YPB, Bapak Didik, menegaskan pentingnya peran seluruh sekolah di lingkungan YPB untuk terus berbenah dan berinovasi. Ia menyampaikan bahwa sekolah-sekolah Batik harus memiliki daya saing kuat tidak hanya di tingkat Surakarta, tetapi juga di level karisidenan, bahkan Jawa Tengah.

“Sekolah-sekolah di YPB harus mampu menjadi yang terbaik. Bersaing secara sehat, meningkatkan kualitas akademik, layanan, dan tata kelola. Jika bisa unggul di Surakarta, kita targetkan menembus tingkat Jawa Tengah,” tegas Bapak Didik dalam arahannya.
Agenda sinergi ini mencakup beberapa fokus utama, antara lain:
- Penguatan kualitas pembelajaran, termasuk peningkatan kompetensi guru dan inovasi model belajar.
- Standarisasi pelayanan sekolah, agar seluruh unit memiliki ciri khas mutu yang konsisten di bawah payung YPB.
- Kolaborasi program unggulan, seperti kegiatan akademik, kesiswaan, literasi, dan vokasi.
- Optimalisasi manajemen sekolah, dengan mendorong efisiensi, profesionalitas, dan transparansi tata kelola.
- Peningkatan citra dan branding sekolah, sehingga sekolah-sekolah Batik semakin dipercaya masyarakat.
Dengan sinergi yang terbangun, YPB berharap seluruh sekolah mampu melangkah bersama menuju pendidikan yang lebih berkualitas, unggul, dan kompetitif.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil diskusi melalui program konkret di masing-masing sekolah, sehingga peningkatan kualitas tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan oleh siswa, guru, dan masyarakat.


