
SURAKARTA — SMA Batik 1 Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui Workshop Penjaminan Mutu Pendidikan bersama Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Bersama SMAN 6 Surakarta dan SMA Regina Pacis Surakarta, Kegiatan itu berlangsung di Aula SMA Batik 1 Surakarta tersebut menjadi ruang penguatan pemahaman guru mengenai pentingnya penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan di tingkat satuan pendidikan.
Workshop dimulai pukul 07.30 WIB dan dibuka secara langsung oleh Agung Wijayanto, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Cabang Dinas Wilayah VII Jawa Tengah. Kehadiran Kepala Cabang Dinas sekaligus memberikan penguatan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan komitmen bersama antara satuan pendidikan, pendidik, serta pemangku kepentingan pendidikan.
Sebagai narasumber, Sulaiman, S.E. dari BBGTK Jawa Tengah memberikan penguatan kepada peserta mengenai konsep dan praktik penjaminan mutu pendidikan secara internal di sekolah. Pembahasan diarahkan pada bagaimana satuan pendidikan membangun sistem mutu yang tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja sekolah.
Salah satu fokus pembahasan dalam workshop adalah Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Guru diajak memahami keterkaitan standar pendidikan dengan proses evaluasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut perbaikan mutu di sekolah.
Kepala SMA Batik 1 Surakarta, Nasrudin, S.Si., M.Pd., menyambut hangat pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, penjaminan mutu merupakan bagian penting dalam upaya sekolah memastikan setiap program dan proses pendidikan berjalan sesuai standar sekaligus terus mengalami perbaikan.
“Penjaminan mutu bukan hanya persoalan memenuhi standar, tetapi bagaimana sekolah membangun kesadaran untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Dengan demikian, budaya mutu benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sekolah,” demikian semangat yang dikedepankan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Workshop diikuti oleh 40 guru dari tiga satuan pendidikan, yakni 10 guru SMAN 6 Surakarta, 10 guru SMA Regina Pacis Surakarta, dan 20 guru SMA Batik 1 Surakarta. Keterlibatan guru dari berbagai sekolah memberikan ruang bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, perspektif, serta praktik dalam mengembangkan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan secara konseptual, tetapi juga diarahkan untuk melihat penjaminan mutu sebagai sebuah siklus perbaikan berkelanjutan. Sekolah perlu mampu mengenali kondisi yang ada, melakukan evaluasi, menentukan prioritas perbaikan, melaksanakan program, dan kembali melakukan evaluasi terhadap hasilnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 16.30 WIB tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru sekaligus mendorong terbentuknya budaya mutu yang lebih konsisten di lingkungan sekolah. Bagi SMA Batik 1 Surakarta, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi target, tetapi menjadi proses yang terus dilakukan secara sadar, terukur, dan berkelanjutan.











